News and Blog

Beri Kuliah Umum di Undiksha Bali, Rektor UCM Perkenalkan Simbol Bugis-Makassar

Kuliah Umum di Undiksha Bali, Rektor UCM Perkenalkan Simbol Bugis-Makassar
Rektor UCM

Beri Kuliah Umum di Undiksha Bali, Rektor UCM Perkenalkan Simbol Bugis-Makassar

Bali – Rektor Universitas Cokroaminoto Makassar (UCM), Dr. Lukman Daris, menjadi pemateri pada kuliah umum di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Selasa (12/5/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Lukman tampil menggunakan batik merah bercorak aksara lontara serta mengenakan songkok biring atau recca, yang merupakan simbol budaya masyarakat Bugis-Makassar.

Aksara lontara sendiri dikenal sebagai warisan intelektual masyarakat Bugis-Makassar yang sejak dahulu digunakan dalam penulisan sejarah, petuah, hingga nilai-nilai kehidupan masyarakat Sulawesi Selatan.

Sementara songkok recca menjadi simbol kehormatan, identitas, dan nilai kesopanan dalam budaya Bugis-Makassar.

Rektor Universitas Cokroaminoto Makassar (UCM), Dr. Lukman Daris, menjadi pemateri pada kuliah umum di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Selasa (12/5/2026).
Rektor Universitas Cokroaminoto Makassar (UCM), Dr. Lukman Daris, menjadi pemateri pada kuliah umum di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Selasa (12/5/2026).

Menurut Lukman, kehadirannya di Bali bukan hanya untuk berbagi gagasan akademik, tetapi juga memperkenalkan identitas budaya daerah sebagai bagian dari kekayaan bangsa Indonesia.

“Bali merupakan daerah wisata dengan kekayaan budaya yang telah dikenal hingga ke berbagai penjuru dunia. Karena itu, saya juga merasa bangga dapat memperkenalkan identitas budaya saya sebagai orang Bugis-Makassar. Pakaian yang saya kenakan hari ini bukan sekadar busana, tetapi juga simbol nilai, kehormatan, dan kearifan budaya Bugis-Makassar sebagai bagian dari keberagaman budaya nusantara,” ujarnya disambut aplause mahasiswa.

Kuliah umum tersebut mengangkat tema “Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Berorientasi Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Kultural”.

Dalam materinya, Lukman memaparkan hasil penelitian mengenai kearifan lokal masyarakat pesisir di Kepulauan Sapuka dan Kepulauan Wakatobi. Penelitian tersebut telah dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi.

Ia menegaskan bahwa masa depan pembangunan wilayah pesisir harus dibangun melalui penghormatan terhadap sumber daya kultural, penguatan kelembagaan lokal, pengakuan terhadap peran perempuan, serta kolaborasi antara ilmu pengetahuan akademik dan pengetahuan masyarakat lokal.

Menurutnya, budaya lokal bukan sekadar identitas, tetapi juga dapat menjadi fondasi pembangunan berkelanjutan yang mampu menjaga keseimbangan antara manusia, lingkungan, dan kehidupan sosial masyarakat.

Dalam kunjungannya ke Bali, Rektor didampingi Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UCM, Muh. Agung Tirtayasa Tanrasula.

Rektor didampingi Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UCM, Muh. Agung Tirtayasa Tanrasula.
Rektor didampingi Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UCM, Muh. Agung Tirtayasa Tanrasula.

Agung mengungkapkan, kuliah ilmiah tersebut digelar oleh Eurasia Foundation (dari Asia/One Asia Foundation) berkolaborasi dengan Undiksha dan difasilitasi oleh program studi Pendidikan Sosiologi Undiksha.

Kuliah Umum ini rutin diadakan, di mana setiap seri berganti pembahasan, antara lain etnosains, etnoteknologi, dan kearifan lokal Bali.

“Melalui kegiatan ini, Pak Rektor juga memanfaatkan untuk menjalin kolaborasi yang baik antara Universitas Cokroaminoto Makassar dan undiksha Bali,” ujar Agung Tanrasula, sapaan akrabnya.

Leave your thought here

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *