News and Blog

Bentuk Satgas PPKS, Universitas Cokroaminoto Makassar Wujudkan Kampus Bebas Kekerasan Seksual

WhatsApp Image 2024-05-15 at 12.20.55_b8e0c15a
Uncategorized

Bentuk Satgas PPKS, Universitas Cokroaminoto Makassar Wujudkan Kampus Bebas Kekerasan Seksual

Maraknya kekerasan atau pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan kampus, membuat Universitas Cokroaminoto Makassar sebagai Kampus berpengalaman dalam memberikan pelayanan dan penyelenggaraan Pendidikan tinggi bagi mahasiswa membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS). Pembentukan Satgas ini, dibarengi dalam kegiatan Uji Publik Satgas PPKS, yang digelar di Ruang Pertemuan Lantai 1 Universitas Cokroaminoto Makassar, Selasa (14/05/2024).

Hadir memberikan sambutan, Dr. Hj. Suryaningsih selaku Wakil Rektor III Bidang kemahasiswaan dan kerjasama mengatakan satgas PPKS ini dibentuk berdasarkan Permendikbud Nomor 30 tahun 2021 tentang PPKS di Perguruan Tinggi untuk melakukan pencegahan, penanganan serta merespon kasus hingga memberikan perlindungan korban kekerasan seksual.

Adapun satun yang dibentuk terdiri dari ketua PPKS, sekretaris, dan anggota, dengan nama-nama sebagai berikut. Ketua Satgas Dr. Hj. A. Suryani Syamsuddin, SE., MM, sekretaris Azhan Akbar, dan masing-masing anggota.

Kepada awak media, Rektor UCM, Dr. Lukman Daris, S.Pi., M.Si, dalam mengatakan, satgas PPKS dibentuk guna meminimalisasi kekerasan seksual dilingkungan kampus, mengingat hal tersebut sering terjadi di beberapa perguruan tinggi di Indonesia, meskipun di UCM sendiri belum ada laporan kejadian kekerasan seksual tersebut.

“dengan peraturan yang ada ini memang langkah yang tepat dan penting dalam satuan ini untuk menjadi pekerjaan atau PR ke depan, kalau kita berbicara UCM sejauh ini tidak ada hal-hal yang mengidentifikasikan bahwa ada kejadian seperti itu, tetapi bisa jadi ada yang sudah terjadi. Kita belum ada indikator-indikator bahwa ini sudah dianggap kekerasan seksual sehingga kita belum melakukan tindakan ini, boleh jadi mungkin dari omongan saja,” katanya.

Olehnya itu ia berharap Satgas yang dibentuk dapat menjadi corong bagi mahasiswa ataupun dosen  yang mungkin mengalami kekerasan seksual di lingkungan kampus, untuk melaporkan kejadian tersebut kepada PPKS yang sudah dibentuk tersebut.

“Satuan tugas yang sudah terbentuk, selamat, semoga dalam menjalankan tugas itu betul-betul bekerja secara profesional,” terangnya, Selasa (14/05/2024).

Diketahui, Satgas PPKS  UCM memiliki beberapa tugas di antaranya membantu pimpinan perguruan tinggi menyusun pedoman pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di perguruan tinggi, serta melakukan survei kekerasan seksual paling sedikit satu kali dalam enam bulan.

Kemudian, Satgas PPKS bertugas mensosialisasikan pendidikan kesetaraan gender, kesetaraan disabilitas, pendidikan kesehatan seksual dan reproduksi, serta pencegahan dan penanganan kekerasan seksual bagi warga kampus.

Dalam melaksanakan tugasnya, Satgas PPKS UCM bertanggung jawab penuh kepada rektor melalui wakil rektor bidang kemahasiswaan dan alumni dalam hal melaporkan tindak kekerasan seksual yang terjadi di UCM.

Untuk di ketahui dasar pembentukan satgas merupakan implementasi dari Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di Lingkungan Perguruan Tinggi yang telah ditetapkan 31 Agustus 2021.

Leave your thought here

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Donation Helps Us

$100
million goal